Detail Zoom thumbs image

SYAR'I TRAVELER (TRAVEL)

Pengiriman Dari :
Stok
827
Terjual 283
Berat 262  gram
Kuantitas

Komentar Untuk SYAR'I TRAVELER (TRAVEL)





Reputasi Produk SYAR'I TRAVELER (TRAVEL)

Nilai Rata-rata Kecepatan Respon

4


1 Reputasi
5
0
4
1
3
0
2
0
1
0

Nilai Rata-rata Akurasi

4


1 Reputasi
5
0
4
1
3
0
2
0
1
0
Image

azmi rizaldi

04 Oktober 2019

Jazakallah khair

Deskripsi

Ukuran           : 14,5 x 21 cm
Cetak/bahan   : Isi - 212 hal 4/4 warna ; HVS 80 gr
Cover - 4/0 warna + Lamt. Doft + Spot UV + Emboss ; AC 260 gr
Pembatas - 1 lbr ; 4/0 warna + Lamt. Doft ; AC 260 gr ( Uk. 3 x 12 cm )
Jilid                : Blok Lem + Wrapping
 
Ikuti pertualangan seru jejak islam di Asia-Eropa. Kamu akan diajak untuk menapaki sejarah kemilang islam dengan sistem kekhilafaan usmani dalam perjalanan yang dibalutketaatan.
 
 
Siapa yang tak suka dengan aktivitas satu ini? Melihat kehidupan yang asing, iklim yang tak pernah dirasa, pemandangan alam baru yang memesona, cita rasa kuliner yang berbeda, dan semua hal baru yang tak pernah kita temukan di hari-hari biasanya.

Bahkan Ibnu Batuta coba menggambarkan suasana traveling dengan berkata ;
“traveling - it leaves you speechless, then turn you into a storyteller”

Peribahasa tadi menggambarkan bahwa saat traveling kita akan banyak disuguhi hal yang tak pernah kita rasakan dan temui sebelumnya, seakan-akan semua hal baru tadi sedang bercerita dan memperkenalkan tentang mereka pada kita. Oleh karenanya, traveling sangat disukai oleh semua orang, karena memang fitrahnya manusia itu curious, ingin mengeksplorasi pikirannya.

Menariknya lagi, tidak sedikit dari kita yang berusaha keras menabung dari hasil kerja dan lain-lain agar memiliki modal untuk melakukan traveling ke berbagai negara impiannya. Ya termasuk kami Tim Da’wah @Hijabalila punya impian untuk bisa traveling ke negeri yang indah bernama Turki.

Traveling dalam Islam adalah hal yang mubah. Bahkan ada ayat yang memerintahkan manusia untuk traveling.
Seperti dalam QS. Al Mulk 15 : “Dan Dialah Allah, yang telah menjadikan bumi sebagai hal yang mudah untuk kalian semua (manusia). Jadi berjalanlah (menjelajahlah) kalian semua ke segala penjurunya dan makanlah sebagian rizki-Nya. Sesungguhnya kepada Allah lah tempat kita kembali.”

Ayat tersebut menerangkan bahwa muslim boleh melakukan traveling sejauh yang dimau dan dimampu. Tapi tentu saja dalam islam segala aktivitas pasti ada hukum-hukum yang mengikatnya. Justru di situlah letak istimewa dan kerennya Islam, selalu detail dalam menghukumi segala aktivitas manusia. Terlebih untuk akhwat seperti kami, berlaku hukum-hukum syara’ khusus untuk safar. Caranya adalah dengan tetap berada dalam koridor syariat kapanpun dan dimanapun. Mulai dari niat, menentukan tempat, memilih kendaraan, memilih teman traveling, barang yang dibawa, teliti dalam memilih makanan dan minuman dan sebagainya. Tugas manusia itu beribadah, maka perkara traveling pun harus bernilai ibadah.

Motivasi terbesar kami dalam menulis buku ini, selain ingin menunjukkan tentang traveling secara syar’i, kami pun ingin menceritakan bahwa Turki adalah negara yang menyimpan banyak sejarah gemilang tentang Islam. Ya, Turki adalah bukti nyata yang menunjukkan bahwa jika syariat Islam diterapkan secara kaaffah, maka kesejahteraan lah yang kan didapat. Turki yang dulunya adalah Khilafah Utsmani menjadi bukti sejarah bahwa Islam pernah berjaya, kuat dan menjadi pusat peradaban Islam yang luas wilayah kekuasaan mencapai
2/3 bumi. Namun segalanya berubah seketika saat ia runtuh.

Buku ini kami akui memang masih jauh dari sempurna, namun ini adalah bentuk dari harapan besar dan ikhtiar kami untuk bisa sedikit berkontribusi dalam mengembalikan kejayaan Islam di muka bumi. Persiapkanlah bekal untuk berpetualang menelusuri negeri Turki yang konon menyimpan banyak hal menarik karena geografisnya, penduduknya dan tentu saja sejarahnya.

Get Ready to be a Syar’i Traveler.
Let’s gooo!