Ketika Kiai Dipertuhankan; Fenomena Hancurnya Agama-Agama Samawi (ALZ-101)

Pengiriman Dari :
Stok
3
Terjual 0
Berat 208  gram
Kuantitas

Komentar Untuk Ketika Kiai Dipertuhankan; Fenomena Hancurnya Agama-Agama Samawi (ALZ-101)





Reputasi Produk Ketika Kiai Dipertuhankan; Fenomena Hancurnya Agama-Agama Samawi (ALZ-101)

Belum ada reputasi untuk produk ini

Deskripsi

ISBN:978-602-7986-70-1
Penulis:Irkham Fahmi al-Anjatani
Cover:soft cover
Isi:224 halaman
Ukuran: 13,5 x 20,5 c
Tahun Terbit: 2019
Penerbit: Al Azhar Fresh Zone
Kategori: Tsaqofah

 

Banyak orang mengira bahwa perbuatan syirik kepada Allah hanya terjadi pada mereka yang menyembah pohon, berhala dan aneka benda lainnya. Padahal bukan sebatas itu pengejawantahan dari makna syirik. Masih banyak lagi yang lainnya, yang itu menunjukan bahwa begitu luasnya cakupan daripada makna menyekutukan Allah Yang Maha Esa. Seseorang yang lebih mengedepankan hawa nafsunya daripada syariat Allah, itu pun terkategorikan syirik. Sebagaimana Firman Allah swt. :
 
Pernahkah engkau memperhatikan orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya? Dan Allah dengan Ilmu-Nya membiarkannya, Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya, juga menutup atas penglihatannya, (Qs. Al-Jatsiyah: 23).

Termasuk juga seseorang bisa tenggelam pada kemusyrikan disebabkan perlakuan mereka terhadap tokoh-tokoh agamanya, sebagaimana yang terjadi pada orang-orang Yahudi dan Nasrani.
Firman Allah swt. di dalam, Mereka menjadikan ulama-ulama dan rahib-rahibnya sebagai sesembahan selain Allah, (Qs. At-Taubah: 31).

Begitulah Al-Qur’an mengabarkan, tentang apa yang terjadi dengan umat-umat terdahulu. Sebuah berita yang patut direnungkan dan dijadikan pelajaran. Sebab, bukan tidak mungkin kita pun akan mengalami nasib yang serupa sebagaimana yang menimpa mereka. Lalu, bagaimana sebetulnya perlakuan orang-orang Yahudi dan Nasrani kepada tokoh-tokoh agamanya sehingga Allah menyebut mereka telah mempertuhankannya ? 

Buku yang ada di tangan anda ini adalah sebuah karya tulis yang akan mengupas tuntas terkait hal itu. Tepat sekali kiranya apabila Buku ini dijadikan sebagai sumber rujukan bagi kita, guna membentengi keluarga dan umat ini agar mereka tidak terjebak pada kondisi penyembahan kepada selain Allah Yang Maha Esa. Selamat Membaca..